Kajian ke-148

Maksimalkan Ibadah di Akhir Ramadan

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
  • Ahad, 26 Ramadan 1447/ 15 Maret 2026
  • 2 menit baca
  • 1
Pratinjau video Maksimalkan Ibadah di Akhir Ramadan

Materi kajian tersedia

148_maksimalkan-ibadah-di-akhir-ramadan.pdf · 149.2 KB

Unduh PDF

Meneladani Baginda Nabi saw. Beliau itu ibadahnya semakin meningkat pada sepuluh akhir di bulan suci Ramadan. Peningkatan tersebut memberi isyarat bahwa semangat ibadah di bulan Ramadan polanya terus naik, bukan menurun. Istri Nabi, Siti Aisyah r.a. menyampaikan apa yang ia lihat tentang ibadah Baginda Nabi:

كانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ.

Artinya: Rasulullah saw bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir (Ramadan) dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada waktu-waktu yang lainnya. (HR Muslim).

Akhir Ramadan juga menjadi momentum (kesempatan berharga) membangun kualitas spiritual dalam keluarga. Baginda Nabi tidak hanya ibadah sendirian, namun beliau juga mengajak keluarga tercinta meningkatkan ibadah di akhir Ramadan. Keterangan dari Istri Nabi, Siti Aisyah dan putri Ummu Salamah, Zainab menjadi dasarnya.

كانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Apabila telah masuk sepuluh (malam terakhir Ramadan), Baginda Nabi mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR al-Bukhari).

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَقِيَ مِنْ رَمَضَانَ عَشَرَةُ أَيَّامٍ يَدَعُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِهِ يُطِيقُ الْقِيَامَ إِلَّا أَقَامَهُ.

Artinya: Dari Zainab r.a, ia berkata: “Apabila tersisa sepuluh terakhir dari bulan Ramadan, Nabi saw tidak membiarkan seorang pun dari keluarganya yang mampu melaksanakan salat malam, melainkan beliau membangunkannya.” (HR at-Tirmidzi).

Di akhir Ramadan, Allah SWT menyediakan ganjaran istimewa yaitu Lailatul Qadar. Baginda Nabi bahkan memerintahkan umatnya untuk berusaha sekuat tenaga melalui ibadah untuk memperoleh ganjaran tersebut. Sabda Nabi saw,

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

Artinya: “Carilah ia (Lailatul Qadar) pada sepuluh malam terakhir—yakni malam Lailatul Qadar. Jika salah seorang di antara kalian menjadi lemah atau tidak mampu (menghidupkan seluruh sepuluh malam itu), maka jika salah salah seorang di antara kalian tidak sempat atau tidak mampu, jangan sampai terlewatkan tujuh malam yang tersisa.” (HR Muslim dari Abdullah bin Umar r.a.).

Bagikan: