Zulkaidah Bulan Umrah Baginda Nabi
- Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- Ahad, 1 Zulkaidah 1447/ 19 April 2026
- 2 menit baca
- 1
Materi kajian tersedia
149_zulkaidah-bulan-umrah-baginda-nabi.pdf · 199.8 KB
Rasulullah saw melaksanakan ibadah umrah di bulan Zulkaidah
عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمْ يَعْتَمِرْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرَةً إِلَّا فِي ذِي الْقَعْدَةِ
Artinya: Dari ['Urwah] dari [Aisyah] raḍiallāhu 'anhā, ia bekata: "Rasulullah ṣallallāhu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukan umrah kecuali di bulan Dzulqa'dah (zulkaidah)." (HR Ibn Majah).
Salah satu dari ibadah umrah yang Rasulullah saw laksanakan adalah Umrah Qada’ (pengganti). Disebut Umrah Qada’ karena ibadah umrah ini awalnya akan beliau laksanakan tahun 6 Hijriah. Karena dihalangi oleh Kaum Musyrik Makkah, akhirnya umrah tersebut baru bisa terlaksana pada tahun berikutnya, 7 Hijriah. Ibn Ishak, sejarawan Islam menceritakan peristiwa Umrah Qada’ sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ: لَمَّا رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَدِينَةِ مِنْ خَيْبَرَ أَقَامَ بِهَا شَهْرَ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ وَشَهْرَ رَبِيعٍ الْآخِرِ وَجُمَادَى الْأُولَى وَجُمَادَى الْآخِرَةِ وَرَجَبَ وَشَعْبَانَ وَشَهْرَ رَمَضَانَ وَشَوَّالًا يَبْعَثُ فِيْمَا بَيْنَ ذَلِكَ مِنْ غَزْوِهِ وَسَرَايَاهُ، ثُمَّ خَرَجَ فِي ذِي الْقَعْدَةِ فِي الشَّهْرِ الَّذِي صَدَّهُ فِيهِ الْمُشْرِكُونَ مُعْتَمِرًا عُمْرَةَ الْقَضَاءِ مَكَانَ عُمْرَتِهِ الَّتِي صَدُّوهُ عَنْهَا وَخَرَجَ مَعَهُ الْمُسْلِمُونَ مِمَّنْ كَانَ مَعَهُ فِي عُمْرَتِهِ تِلْكَ وَهِيَ سَنَةُ سَبْعٍ فَلَمَّا سَمِعَ بِهِ أَهْلُ مَكَّةَ خَرَجُوا عَنْهُ وَتَحَدَّثَتْ قُرَيْشٌ بَيْنَهَا أَنَّ مُحَمَّدًا وَأَصْحَابَهُ فِي عُسْرٍ وَجَهْدٍ وَحَاجَةٍ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: اصْطَفُّوا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ دَارِ النَّدْوَةِ لِيَنْظُرُوا إِلَيْهِ وَإِلَى أَصْحَابِهِ فَلَمَّا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ الْمَسْجِدَ اضْطَبَعَ بِرِدَائِهِ وَأَخْرَجَ عَضُدَهُ الْيُمْنَى ثُمَّ قَالَ: رَحِمَ اللهُ امْرَأً أَرَاهُمُ الْيَوْمَ مِنْ نَفْسِهِ قُوَّةً! ثُمَّ أَقَامَ بِمَكَّةَ ثَلَاثًا ثُمَّ انْصَرَفَ.
Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Ishak, ia berkata bahwa ketika Rasulullah saw kembali ke Madinah dari Khaibar. Beliau menetap di sana selama bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Ula, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, dan Syawal sembari terus mengirimkan misi peperangan dan ekspedisi militer di sela-sela waktu tersebut hingga pada bulan Zulkaidah tahun ketujuh Hijriah—bulan di mana dahulu kaum Musyrik menghalangi beliau—beliau berangkat melaksanakan Umrah Qadha sebagai pengganti umrah sebelumnya yang terhambat bersama para sahabat yang ikut dalam perjalanan terdahulu. Ketika penduduk Makkah mendengar kabar tersebut mereka pun keluar meninggalkan kota sementara kaum Quraisy saling membicarakan bahwa Muhammad dan para sahabatnya sedang dalam kondisi sulit, menderita, dan kekurangan. Namun menurut Ibnu Abbas, saat orang-orang Quraisy berbaris di dekat Darun Nadwah untuk menyaksikan mereka, Rasulullah saw memasuki Masjidil Haram dengan melakukan idhthiba’ (menyingkap lengan kanan) menggunakan kain rida-nya seraya bersabda, “Semoga Allah SWT merahmati seseorang yang hari ini menunjukkan kekuatan dirinya kepada mereka!', lalu beliau menetap di Makkah selama tiga hari sebelum akhirnya bertolak kembali (ke Madinah)." (Imam aṭ-Ṭabari dalam Tārīkh aṭ-Ṭabari).