Kajian ke-68

Agar Do'a Diijabah

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag
  • Ahad, 15 Muharram 1446/ 21 Juli 2024
  • 2 menit baca
  • 17
Pratinjau video Agar Do'a Diijabah

Materi kajian tersedia

68_Agar-Doa-Diijabah.pdf · 158.8 KB

Unduh PDF
  1. Nabi saw pernah berdoa dengan lafaz doa di bawah ini,

الَلَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ

Allahumma inni a’udzubika min qalbin la yakhsya’[u], ma min du’ain la yusma’[u], wa min nafsin la tasyba’[u], wa min ‘ilmin la yanfa’[u]. A’udzubika min ha’ulail arba’[i].

Artinya: Dari Abdullah bin ‘Amru r.a., Nabi Saw berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari yang empat itu.” (H.R. Tirmidzi).

  1. Doa Nabi saw ini isinya memohon perlindungan Allah SWT dari empat keadaan.

Makna dari masing-masing empat itu adalah: pertama, hati yang tidak khusyuk maknanya hati yang tidak tenang ketika mengingat Allah. Kedua, doa yang tidak didengar maknanya doa yang tidak diijabah (dikabulkan). Ketiga, jiwa yang tidak pernah puas maknanya tidak puas dengan apa yang telah Allah SWT berikan, tidak bisa qanaah, makannya banyak. Keempat, ilmu yang tidak bermanfaat maknanya ilmu yang tidak berbuah amal, tidak menambah pengetahuan manusia, tidak melahirkan akhlak yang baik.

  1. Doa Nabi saw ini isinya saling berhubungan antara satu sama lain. Jadi, isinya bukan sesuatu yang terpisah-pisah. Hubungan itu diketahui dalam penjelasan Syekh al-Mubarakfuri dalam Kitab Tuhfah al-Ahwazi berikut ini,

قال الطيبي : اعلم أن في كل من القرائن الأربع ما يشعر بأن وجوده مبني على غايته وأن الغرض منه تلك الغاية ... وعدم استجابة الدعاء دليل على أن الداعي لم ينتفع بعلمه وعمله ولم يخشع قلبه ولم تشبع نفسه

Imam ath-Thibi berkata, “Ketahuilah bahwa masing-masing dari empat keadaan itu saling berhubungan. Ada tujuan yang hendak dicapai. [Tujuannya yaitu agar suatu doa diijabah (dikabulkan)]. Doa yang tidak dikabulkan itu terjadi karena da’i (orang yang berdoa), pertama: ilmu dan amalnya tidak melahirkan manfaat. Kedua: hatinya dalam keadaan tidak khusyuk (tenang). Ketiga: jiwanya tidak pernah merasa puas. (al-Mubarakfuri, Kitab Tuhfah al-Ahwazi, Vol. 9, hal. 318). []

Bagikan: