Dari Hati yang Jujur Lahir Amal yang Baik
- Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- 27 September 2026
- 2 menit baca
- 1
Materi kajian tersedia
171-dari-hati-yang-jujur-lahir-amal-yang-baik.pdf · 206.4 KB
1. Amal yang benar lahir dari keyakinan dan keikhlasan
Syekh Muhammad Ghazali berkata,
"وَالْعَمَلُ الصَّادِقُ هُوَ الْعَمَلُ الَّذِي لَا رَيْبَ فِيهِ لِأَنَّهُ وَلِيدُ الْيَقِينِ وَلَا هَوَى مَعَهُ لِأَنَّهُ قَرِينُ الْإِخْلَاصِ وَلَا عِوَجَ عَلَيْهِ لِأَنَّهُ نَبَعَ مِنَ الْحَقِّ. وَنَجَاحُ الْأُمَمِ فِي أَدَاءِ رِسَالَتِهَا يَعُودُ إِلَى جُمْلَةِ مَا يُقَدِّمُهُ بَنُوهَا مِنْ أَعْمَالٍ صَادِقَةٍ. "
“Amal yang benar adalah amal yang tidak mengandung keraguan, karena ia lahir dari keyakinan. Tidak ada hawa nafsu yang menyertainya, karena ia merupakan pasangan keikhlasan. Tidak ada penyimpangan padanya, karena ia bersumber dari kebenaran. Keberhasilan suatu bangsa dalam menjalankan misinya bergantung pada keseluruhan amal-amal nyata dan tulus yang dipersembahkan oleh anak-anak bangsanya.” (Muhammad al-Ghazali, Khuluq al-Muslim, hlm. 39)
Nabi saw bersabda,
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Artinya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” (HR al-Bukhari).
2. Kebajikan melalui kejujuran merupakan puncak kebaikan
Syekh al-Ghazali berkata,
وَأَمَّا الْبِرُّ الَّذِي هَدَى إِلَيْهِ الصِّدْقُ فَهُوَ قِمَّةُ الْخَيْرِ الَّتِي لَا يَرْقَى إِلَيْهَا إِلَّا أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرِّجَالِ، وَحَسْبُكَ فِيهِ هَذِهِ الْآيَةُ الْجَامِعَةُ.
“Adapun kebajikan yang ditunjukkan oleh kejujuran, maka ia merupakan puncak kebaikan yang tidak dapat dicapai kecuali oleh orang-orang yang memiliki keteguhan hati di antara kaum lelaki. Cukuplah bagimu dalam hal ini ayat yang mencakup (makna yang luas) ini (yaitu QS al-Baqarah: 177).” (Muhammad al-Ghazali, hlm. 40).
Allah SWT berfirman,
لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Artinya: Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS al-Baqarah [2]: 177).