Kajian ke-130

Menjadi Sahabat Yang Baik

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
  • Ahad, 18 Jumadil Awal 1447/ 9 November 2025
  • 2 menit baca
  • 5
Pratinjau video Menjadi Sahabat Yang Baik

Materi kajian tersedia

130_menjadi-sahabat-yang-baik.pdf · 212 KB

Unduh PDF

Sahabat yang baik adalah sahabat yang senang mengajak kepada kebaikan. Profil sahabat Nabi, Abdullah bin Rawahah dapat menjadi inspirasi kita dalam hal ini. Kisah kebaikannya terekam dalam riwayat sahih berikut ini,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ إِذَا لَقِيَ الرَّجُلَ مِنْ أَصْحَابِهِ يَقُولُ تَعَالَ نُؤْمِنْ بِرَبِّنَا سَاعَةً فَقَالَ ذَاتَ يَوْمٍ لِرَجُلٍ فَغَضِبَ الرَّجُلُ فَجَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَرَى إِلَى ابْنِ رَوَاحَةَ يُرَغِّبُ عَنْ إِيمَانِكَ إِلَى إِيمَانِ سَاعَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْحَمُ اللَّهُ ابْنَ رَوَاحَةَ إِنَّهُ يُحِبُّ الْمَجَالِسَ الَّتِي تُبَاهَى بِهَا الْمَلَائِكَةُ عَلَيْهِمْ السَّلَامُ

Artinya: dari [Anas bin Malik] berkata: Abdullah bin Rawahah jika bertemu seorang laki laki dari sahabatnya, berkata: "Mari kita beriman kepada Rabb kita beberapa saat". Hari selanjutnya dia mengatakan hal itu kepada seorang laki-laki. Si laki-laki marah dan menemui Nabi Shallallahu'alaihi wasallam seraya berkata: Wahai Rasulullah, apakah Anda tahu apa yang telah dilakukan Ibnu Rawahah, dia mengajak mengutamakan beriman sesaat daripada iman terhadapmu? Maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah merahmati Ibnu Rawahah, dia menyukai majelis-majelis yang malaikat bangga terhadapnya". (HR Ahmad).

Persahabatan atau pertemanan dalam ajaran Islam didasari oleh spirit keikhlasan. Spirit itulah yang mengikat jalinan persahabatan yang indah dan menjadikannya bernilai berkah. Malaikat pun senantiasa hadir dalam ikatan persahabatan model seperti ini, sebagaimana keterangan riwayat berikut ini:

مَنْ عَادَ مَرِيْضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ : أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, Nabi saw bersabda, “Siapa yang membesuk orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya semata-mata karena Allah, maka malaikat pun mendoakannya: ‘Sungguh kamu orang baik (baik kehidupanmu di dunia), perjalananmu ini pun merupakan kebaikan, dan [dengan ini] kamu sudah menyiapkan tempat tinggal di surga.” (HR at-Tirmidzi).

Bukan hanya itu, keikhlasan dalam persahabatan ternyata membentangkan jalan mendapatkan Mahabbah, cinta Allah. Riwayat sahih berikut ini menyingkap dahsyatnya suatu persahabatan yang dijalin oleh ketulusan iman.

زَارَ رجُلٌ أخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ مَلَكًا عَلَى مَدْرَجَتِهِ فَقَالَ : أَيْنَ تُرِيْدُ قَالَ : أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ فَقَالَ : هَلْ لَّهُ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ : لَا إلَّا أنِّي أُحِبُّهُ فِي اللَّهِ قَالَ : فَإِنَّي رَسُوْلُ اللَّهِ إِلَيْكَ أَنَّ اللَّهَ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda, “Seorang lelaki mengunjungi temannya di suatu kampung, kemudian Allah mengutus malaikat yang mewujud manusia untuk menemuinya di tengah perjalanan. Malaikat lalu bertanya kepadanya: ‘Kamu mau kemana?’ Lelaki itu menjawab: ‘Aku akan menjenguk saudaraku (sahabatku) di kampung ini.’ Malaikat bertanya lagi: ‘Apakah kamu menginginkan sesuatu darinya?’ Lelaki itu manjawab: ‘Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah.’ Malaikat tersebut kemudian berkata: ‘Sesungguhnya aku ini utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah mencintai kamu sebagaimana kamu mencintai sahabatmu itu karena Allah.” (HR al-Bukhari dan Muslim). []

Bagikan: