Kajian ke-128

Move On ala Muslim

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
  • Ahad, 4 Jumadil Awal 1447 H/ 26 Oktober 2025 M
  • 2 menit baca
  • 1
Pratinjau video Move On ala Muslim

Materi kajian tersedia

128_move-on-ala-muslim.pdf · 177 KB

Unduh PDF

Kegagalan adalah bagian alami dari perjalanan hidup. Entah itu gagal dalam ujian, pekerjaan, hubungan, atau cita-cita, semua orang pasti mengalaminya. Namun, yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapi kegagalan tersebut. Islam mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dunia, melainkan ujian dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Muhammad al-Ghazali dalam buku Muslim Character (Khuluq al-Muslim) menekankan pentingnya ikhlas, sabar, dan tawakkal sebagai kunci menghadapi kegagalan dengan hati tenang.

Ikhlas adalah menerima hasil apapun dengan lapang dada dan melakukan usaha maksimal semata-mata karena Allah, bukan untuk pujian manusia. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162).

Sementara itu, sabar membantu kita mengendalikan emosi, menahan kecewa, dan merenungkan hikmah di balik setiap kegagalan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ... وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Segala urusannya adalah baik. ... Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Setelah berusaha dan bersabar, seorang Muslim menempatkan tawakkal, menyerahkan hasil kepada Allah, yakin bahwa yang terbaik akan diberikan pada waktunya. Move On ala Muslim bukan berarti melupakan, tetapi menerima, belajar, memperbaiki diri, dan melangkah dengan bijak. Sebab, Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ

Artinya: Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. (QS aṭ-Ṭalāq [65]: 3).

Kisah Nabi Yusuf a.s. adalah contoh nyata. Difitnah, dijebloskan ke penjara, namun beliau tetap sabar dan ikhlas. Akhirnya, Allah memberinya kesuksesan dan posisi mulia. Begitu pula sahabat Nabi yang pernah gagal dalam tugas tertentu tetap teguh, berakhlak baik, dan bangkit lebih kuat.

Di era modern, tekanan hidup datang dari berbagai arah: persaingan akademik, pekerjaan, media sosial, bahkan ekspektasi teman sebaya. Prinsip ikhlas, sabar, dan tawakkal membantu kita mengurangi stres, membangun motivasi, menjaga hubungan sosial tetap harmonis, dan menjadikan kegagalan sebagai peluang belajar.

Dengan menerapkan prinsip ini, setiap Muslim mampu menghadapi kegagalan dengan hati tenang, belajar dari pengalaman, dan melangkah maju dengan produktif. Move On ala Muslim berarti mengubah kegagalan menjadi pijakan kesuksesan, tetap berakhlak baik, dan dekat dengan Allah. Sebuah kegagalan yang dihadapi dengan ikhlas, sabar, dan tawakkal bukanlah akhir, tapi awal dari perjalanan menuju keberkahan dan kehidupan yang lebih bermakna. []

Bagikan: