Kajian ke-127

Kasih Sayang Ilahi: Pelajaran dari Doa Malaikat dan Sabda Nabi

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
  • Ahad, 27 Rabiul Akhir 1447 H/ 19 Oktober 2025 M
  • 2 menit baca
  • 3
Pratinjau video Kasih Sayang Ilahi: Pelajaran dari Doa Malaikat dan Sabda Nabi

Materi kajian tersedia

127_kasih-sayang-ilahi-pelajaran-dari-doa-malaikat-dan-sabda-nabi.pdf · 219.2 KB

Unduh PDF

Rahmat, dalam cakrawala tertinggi dan dalam jangkauan absolut merupakan sifat Allah SWT, yang rahmat (kasih sayang)-Nya meliputi semua keberadaan (wujud) dan kekuasaan (malakut). Bersamaan dengan sinar ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, bersama itu pula ada sinar rahmat-Nya yang berlimpah ruah. Malaikat yang memahami bahwa rahmat adalah sifatnya Allah SWT, lalu dengan rahmat itulah mereka mendoakan orang-orang beriman (kaum Mukmin) agar mereka memperoleh keampunan dari dosa dan perlindungan dari siksa di akhirat. Allah SWT berfirman mengabadikan doa para malaikat,

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ

Artinya: (Para malaikat) yang memikul ʻArasy dan yang berada di sekelilingnya selalu bertasbih dengan memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman. (Mereka berkata,) “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu dan lindungilah mereka dari azab (neraka) Jahim. (QS Gāfir [40]: 7).

Rasulullah saw dalam ajaran-ajarannya senantiasa menekankan mengenai betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya. Melalui banyak ilustrasi yang diambil dari peristiwa keseharian yang dialami oleh manusia pada umumnya. Di balik itu semua sesungguhnya terkandung pesan utama dari Rasulullah saw agar manusia yang hidup di alam ini tidak sampai putus asa. Supaya manusia terus mendekat kepada Penciptanya dalam situasi dan kondisi apa pun. Riwayat dari sahabat Nabi, Umar bin al-Khaththab berikut ini menarik dijadikan renungan:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْيٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنْ السَّبْيِ تَبْتَغِي إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَّبْيِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ قُلْنَا لَا وَاللَّهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لَا تَطْرَحَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Artinya: Dari ['Umar bin Al Khaththab] bahwa dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka mencari bayinya dalam kelompok tawanan itu, maka ia mengambil dan membuainya serta menyusuinya. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada kami: “Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api?” Kami menjawab: “Demi Allah, sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.” Lalu Rasulullah bersabda: “Sungguh, rahmat (kasih sayang) Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.'" (HR Muslim). []

Bagikan: