Kala Hati Menyapa Ilahi
- Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- Ahad, 19 Rabiul Akhir 1447 H/ 12 Oktober 2025 M
- 2 menit baca
- 1
Materi kajian tersedia
126_kala-hati-menyapa-ilahi.pdf · 147.3 KB
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Alllahumm antal Malik la ilaha illa anta, anta Rabbi wa ana abduka, ẓalamtu nafsi wa’taraftu bi dzanbi, faghfir li dzunubi jami’an, 'innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta, wahdini li ahsanil akhlaqi la yahdi li ahsaniha illa anta, waṣrif ‘anni sayyi’aha la yaṣrifu ‘anni sayyi’aha illa anta, labbaika wa sa’daika, walkhairu kulluhu fi yadaika, wasy syarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika, tabarakta wa ta’alaita, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Artinya: Ya Allah, Engkaulah Raja, tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah Tuhanku, dan aku hamba-Mu. Aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah segala dosaku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Bimbinglah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang membimbing kepada yang terbaik kecuali Engkau. Dan jauhkanlah dariku dari akhlak yang tercela, tidak ada yang menjauhkanku darinya kecuali Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu dan aku bahagia memenuhi panggilan-Mu, segala kebaikan ada di tangan-Mu dan keburukan bukan kepada-Mu. Aku memohon pertolongan-Mu dan kembali kepada-Mu. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau. Aku memohon ampunan-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.
KETERANGAN:
Ini adalah salah satu dari beberapa doa iftitah atau istiftah (pembuka) dalam salat. Rasul saw membaca doa iftitah ini dalam salatnya sebagaimana keterangan dalam riwayat Imam Muslim dari Ali bin Abi Thalib r.a. Imam Syafi’i dalam mazhabnya memilih doa ini yang bacaan lengkapnya dalam riwayat Imam Muslim di atas sebagai doa iftitah dalam salat.
Doa ini menggambarkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah, Sang Raja yang Maha Kuasa. Di dalamnya kita mengakui bahwa dalam hidup ini kita penuh kekurangan dan dosa, namun kita datang kepada Allah membawa harapan dan penyesalan, karena hanya Dia yang mampu mengampuni dan membimbing hati menuju kebaikan. Doa ini juga mengajarkan bahwa semua kebaikan berasal dari Allah, sementara keburukan tak layak disandarkan kepada-Nya. Dengan lembut, doa ini menuntun kita untuk selalu bersandar kepada-Nya, memohon agar dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, dan menutupnya dengan ketundukan penuh cinta, tobat, dan syukur atas segala karunia-Nya. []