Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad
- Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- Ahad, 13 Rabiul Awwal 1447 H/ 5 September 2025
- 2 menit baca
- 1
Materi kajian tersedia
121_hikmah-kelahiran-nabi-muhammad.pdf · 157.2 KB
Kelahiran Nabi Muhammad saw mengingatkan kita tentang keberkahan doa, ketersambungan ajaran nabi-nabi sebelum Nabi saw dan kesalehan orang tua. Sabda Nabi saw di bawah ini menceritakan tiga hal tersebut:
Para sahabat Rasulullah mengatakan:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا عَنْ نَفْسِكَ قَالَ : دَعْوَةُ أَبِي إِبْرَاهِيْمَ وَبُشْرَى عِيْسَى وَرَأَتْ أُمِّي حِيْنَ حَمِلَتْ بِي كَأَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُوْرٌ أَضَاءَتْ لَهُ قُصُوْرَ بُصْرَى مِنْ أَرْضِ الشَّامِ
Artinya: “Wahai Rasulullah, tolong beritahukan kepada kami tentang dirimu. Maka beliau bersabda, “(Aku adalah hasil) doa ayahku (Nabi) Ibrahim dan kabar gembira (Nabi) Isa. Dan ibuku bermimpi ketika beliau mengandungku, seakan keluar cahaya darinya menyinari istana Bushra di negeri Syam.” Imam Hakim mengatakan hadits ini shahih.
Kisah para rasul diceritakan di dalam Al-Quran untuk menguatkan hati Nabi saw. Begitu juga dengan kisah kehidupan Nabi saw jika diceritakan akan menguatkan hati orang-orang yang beriman.
Allah SWT berfirman:
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Wa kullan naquṣṣu ‘alaika min ambā'ir-rusuli mā nuṡabbitu bihī fu'ādaka wa jā'aka fī hāżihil-ḥaqqu wa mau‘iẓatuw wa żikrā lil-mu'minīn(a).
Artinya: Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin. (QS Hud [11]: 120).
Meneladani keindahan akhlak Baginda Nabi.
Anas bin Malik mengatakan,
كُنْتُ أَمْشِي مع النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ وعليه بُرْدٌ نَجْرَانِيٌّ غَلِيظُ الحَاشِيَةِ فأدْرَكَهُ أَعْرَابِيٌّ فَجَذَبَهُ جَذْبَةً شَدِيدَةً حتَّى نَظَرْتُ إلى صَفْحَةِ عَاتِقِ النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قدْ أَثَّرَتْ به حَاشِيَةُ الرِّدَاءِ مِن شِدَّةِ جَذْبَتِهِ، ثُمَّ قالَ: مُرْ لي مِن مَالِ اللَّهِ الذي عِنْدَكَ،فَالْتَفَتَ إلَيْهِ فَضَحِكَ ثُمَّ أَمَرَ له بعَطَاءٍ.
Artinya: Aku sedang berjalan bersama Nabi (saw), dan beliau mengenakan jubah Najrani berpinggiran kasar. Seorang Badui mengejarnya dan menariknya dengan kasar, hingga aku melihat ujung bahu Nabi (saw). Ujung jubah itu meninggalkan bekas karena tarikannya yang kuat. Kemudian Badui itu berkata, "Perintahkan kepadaku sebagian harta Allah yang kau miliki." Nabi saw menoleh kepadanya dan tertawa, lalu Beliau memerintahkan agar Badui itu diberi sesuatu. (HR al-Bukhari).