Berkahnya Puasa 'Asyura
- Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- Ahad, 10 Muharram 1447 H/ 6 Juli 2025 M
- 2 menit baca
- 1
Materi kajian tersedia
114_berkahnya-puasa-asyura.pdf · 163.3 KB
Puasa ‘Asyura bisa menghapus dosa-dosa.
Sabda Nabi saw:
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: Dari Abu Qatadah r.a., Nabi saw bersabda: “Puasa hari ‘Asyura (10 Muharram) sesungguhnya aku berharap kepada Allah akan menghapus (dosa-dosa) setahun yang sebelumnya. (HR Muslim).
Dosa-dosa yang terhapus, menurut Imam Nawawi adalah dosa-dosa kecil, atau bisa juga meringankan dosa-dosa besar. Kalau tidak ada dosa besar berarti bisa jadi akan menaikkan derajat hamba di sisi Allah. Dosa besar menghapusnya melalui taubat. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS at-Tahrim [66]: 8).
Dengan memaksimalkan ibadah pada hari ‘Asyura dan hari-hari mulia yang lain, ada hati yang sangat berharap akan dianugerahi nafahat oleh Allah. Tentang nafahat ini Nabi saw pernah menyampaikan sabda beliau, yakni:
إِنَّ لِرَبِّكُم عَزَّ وَجَلَّ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُم نَفَحَاتٍ فَتَعَرَّضُوا لَهَا، لَعَلَّ أَحَدَكُم أَنْ تُصِيْبَهُ مِنْهَا نَفحَةٌ لَا يَشقَى بَعْدَهَا أبَدًا
Artinya: Dari Muhammad bin Maslamah r.a., Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki nafahat yang akan dicurahkan sepanjang masa, karena itu berusahalah untuk mendapatkannya. Bisa jadi di antara kalian ada yang mendapatkan satu nafhah sehingga dia tidak akan celaka selamanya.” (HR Thabrani).
Apakah nafahat itu? Nafahat diambil dari kata nafhah yang maknanya embusan angin. Maksudnya embusan rahmat Allah. Lebih jelasnya Imam al-Munawi dalam Kitab Faiḍ al-Qadir menerangkan apa arti nafahat yaitu:
تَجَلِيَّاتٌ مُقَرَّبَاتٌ يُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
(Realisasi kedekatan seorang hamba kepada Allah yang dianugerahkan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya). []