Kajian ke-113

Manfaat Ucapan yang Baik

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
  • Ahad, 3 Muharram 1447 H/ 29 Juni 2025 M
  • 2 menit baca
  • 1
Pratinjau video Manfaat Ucapan yang Baik

Materi kajian tersedia

113_manfaat-ucapan-yang-baik.pdf · 136.4 KB

Unduh PDF

Imam Nawawi dalam Kitab al-Adzkar menyampaikan nasehatnya:

اِعْلَمْ أَنَّهُ لِكُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَحْفَظَ لِسَانَهُ عَنْ جَمِيْعِ الْكَلَامِ إِلّا كَلَاماً تَظْهَرُ الْمَصْلَحَةَ فِيْهِ وَمَتَى اسْتَوَى الْكَلَامُ وَتَرْكُهُ فِي اْلمَصْلَحَةِ فَالسُّنَّةُ الْإِمْسَاكُ عَنْهُ لِأَنَّهُ قَدْ يَنْجَرُّ الْكَلَامُ الْمُبَاحُ إِلَى حَرَامٍ أَوْ مَكْرُوْهٍ، بَلْ هَذَا كَثِيْرٌ أَوْ غَالِبٌ فِي الْعَادَةِ وَالسَّلَامَةُ لَا يَعْدُلُهَا شَيْءٌ

Terjemahannya: Ketahuilah bahwa setiap mukallaf (orang yang dikenai beban syariat) harus menjaga lisannya dari semua ucapan kecuali ucapan yang di dalamnya terdapat maslahat (kebaikan/kemanfaatan). Apabila berbicara atau menahan diri dari berbicara sama manfaatnya, maka sunnahnya adalah menahan diri darinya, karena ucapan yang mubah dapat mengarah kepada sesuatu yang diharamkan atau dibenci. Bahkan, hal ini umum atau lazim dalam kebiasaan. Dan yang aman adalah tidak melampauinya.

Di antaranya pertimbangan maslahat adalah senantiasa menjaga tujuan mencapai keridaan Allah SWT dalam setiap perkataan.

Sebagaimana sabda Nabi saw,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

Artinya: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan kata-kata dari keridaan Allâh tanpa ia menaruh perhatian padanya, Allâh akan mengangkat derajatnya lantaran (ucapannya itu), dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan kata-kata yang mengandung kemurkaan Allâh tanpa memikirkannya, ia menjerumuskannya ke dalam neraka jahanam. (HR al-Bukhari).

Karena pertimbangan maslahat itulah sebaiknya seorang Muslim tidak terlalu banyak bicara, kecuali banyak bicaranya itu dalam bingkai kebaikan. Terlalu banyak bicara yang tidak ada kebaikannya akan membawa dampak negatif bagi kesehatan hati.

Nabi saw bersabda,

لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِيُّ

Artinya: “Jangan banyak berbicara, kecuali hanya untuk berdzikir kepada Allah swt. Sebab, banyak berbicara selain untuk berdzikir kepada Allah menjadikan hati keras. Dan orang yang paling jauh dari sisi Allah ialah orang yang memiliki hati keras.” (HR at-Tirmidzi). []

Bagikan: