Syiar Islam dalam Ibadah Kurban
- Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- Ahad, 13 Zulkaidah 1446/ 11 Mei 2025
- 2 menit baca
- 1
Materi kajian tersedia
107_syiar-islam-dalam-ibadah-kurban.pdf · 127.1 KB
Mengalirkan daging kurban kepada fakir miskin.
Allah SWT berfirman,
وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya. Maka, sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya, sedangkan unta itu) dalam keadaan berdiri504) (dan kaki-kaki telah terikat). Lalu, apabila telah rebah (mati), makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkannya (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur. (QS al-Hajj [22]: 36).
Ali Shabuni dalam kitab Tafsir Ayat al-Ahkam mengatakan bahwa dulu awal mula umat Islam akan melaksanakan kurban dengan tradisi masyarakat Jahiliyah. Hewan kurban disembelih di sekitar Ka’bah, darah dan daging kurban disebar di sekitar Baitullah itu. Islam datang mengubah tradisi kurban tersebut. Daging kurban dibagikan untuk fakir miskin.
Kurban akan membentuk pribadi atau perilaku takwa seorang Muslim
Allah SWT berfirman,
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin. (QS al-Hajj [22]: 37).
Dalam ibadah kurban, hal yang paling utama adalah keikhlasan. Maka, ketika seorang Muslim melaksanakan ibadah kurban lalu ia berusaha menjaga niat ikhlas bahwa apa yang dia lakukan itu semata-mata karena Allah, bukan karena yang lain, bukan karena manusia, insya Allah dengan itu akan terbentuk pribadi atau perangai keikhlasan sebagai wujud adanya ketakwaan dalam dirinya. []