Ahad, 20 Safar 1446/25 Agustus 2024
KEKAYAAN BATIN DI DALAM IBADAH
Oleh: Usatdz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
(( إنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ : تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً ، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ )).
Artinya: Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman: Wahai anak Adam, pusatkanlah (hatimu) untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan (batin). Akan Aku tutup kemiskinanmu. Dan jika kamu tidak melakukannya, maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak akan Aku tutup kemiskinanmu.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).
Abdurrauf al-Munawi (1301 H) dalam Kitab al-Ithafat al-Sanniyyah bi al-Ahadits al-Qudsiyyah menjelaskan kandungan Hadis Qudsi tersebut, yaitu:
1. BAGIAN PERTAMA: Fokuskan hatimu dalam ibadah.
أمرٌ من الله تعالى لعباده أن يفرِّغوا قلوبهم إلى عبادته تعالى، ولا يشغلوها بالسوى فتملأ صدورهم غنى، فلا ينظرون إلى الدنيا وزهرتها، ولا إلى ما في أيدي الناس. بل الدنيا بأيديهم دون قلوبهم يأخذون الزاد للآخرة، كمثل المسافر ليس له من سفره إلا المرور إلى مقصده، وهذه طريقة السلف الصالح، والقرون الأُول ويسد فقره بأن لا يحتاج إلى أحد، وتشبع نفسه، وتزهد في الدنيا.
[Ini perintah Allah supaya hamba-Nya memusatkan hati untuk beribadah kepada-Nya. Hatinya tidak sibuk dengan hal yang lain. Maka dadanya akan dipenuhi dengan kekayaan. Mereka tidak akan melihat dunia dan perhiasannya. Tidak melihat apa yang ada di tangan manusia. Sebaliknya, dunia ini berada di tangannya, bukan di hatinya. Mereka mengambil bekal untuk akhirat, seperti seorang musafir yang tidak punya pilihan dalam perjalanannya kecuali untuk sampai ke tujuannya. Demikianlah jalan para pendahulu yang saleh. Maka, Allah akan tutup kemiskinannya dengan tidak membutuhkan siapa pun, jiwanya terpuaskan, dan dia menjauhkan diri dari dunia ini].
2. BAGIAN KEDUA: Konsekuensi (akibat) orang yang hatinya tidak fokus dalam ibadah.
وإن لم يفعل ما أمره الله به من ذلك ملأ الله صدره شغلًا؛ بأن يكون همُّه الدنيا، لا يشبع من حطامها؛ لانهماكه فيها، وشرهه، لم يسد فقره، بل يكون دائمًا محتاجًا فيها، ظاهر الفقر، وإن كان لديه مال كثير. فاسأل الله السلامة من الدنيا والميل إليها.
[Jika dia tidak mengerjakan apa yang Allah perintahkan itu, dadanya akan dipenuhi dengan kesibukan. Perhatiannya hanya pada duniawi belaka. Dia tidak pernah terpuaskan. Karena dia asyik dengan duniawi dan ketidakpuasannya. Maka, Allah tidak menutup kemiskinannya. Sebaliknya, dia selalu berhajat kepada dunia. Dia miskin meskipun hartanya banyak. Karena itu, maka mohonlah kepada Allah diberi keselamatan dari dunia ini dan dijauhkan dari kecenderungan terhadapnya]. []

