[40] Dijauhkan Dari Penguasa Yang Tidak Menyangi Rakyatnya

Ahad, 19 Jumadil Awal 1445 H/3 Desember 2023

Dijauhkan dari Penguasa yang Tidak Menyayangi Rakyatnya
Oleh: Taryudi, Lc., M.Ag.

Allahumma la tusallith ‘alaina man la yarhamuna

Terjemahannya: Ya Allah, jangan Engkau beri kami penguasa yang tidak menaruh belas
kasihan kepada kami. (HR Tirmidzi).

1. Ini adalah doa agung dari Nabi saw. Beliau sering sekali membaca doa ini di hadapan
para sahabatnya di akhir majelis, sebelum beliau beranjak meninggalkan mereka. Nabi
saw mendoakan sahabatnya dengan doa khusus ini.

2. Penjelasan ulama tentang doa Nabi saw di atas.
Syekh Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfuri mengatakan,

Terjemahannya: Jangan jadikan kami dikalahkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang
zalim (penindas), atau jangan jadikan orang-orang yang zalim menjadi pemimpin kami,
sebab orang zalim itu pada dasarnya tidak punya belas kasih terhadap rakyatnya. (Kitab
Tuhfah al-Ahwadzi, Vol. 9, h. 332).

Dr. Ahmad Hutaibah mengatakan,

Terjemahannya: Janganlah Engkau angkat untuk kami seorang penguasa yang
memusuhi kami, atau yang menyanjung musuh kami. Karena jika orang-orang mukmin
dipimpin penguasa yang sayang kepada mereka, maka itu kebaikan. Tetapi jika dipimpin
penguasa yang tidak sayang kepada mereka, maka ini hukuman dari Allah SWT akibat
apa yang dilakukan tangan manusia. (Kitab Syarh Riyadh al-Shalihin, Vol. 77, h. 10).

3. Alangkah baiknya, siapa pun yang menjadi pemimpin, hendaknya ia menjadi sosok
pemimpin yang menyayangi rakyatnya. Tidak menjadi pemimpin yang menyengsarakan
mereka. Jauh-jauh hari Baginda Nabi saw telah mengingatkan prinsip penting ini dalam
sabda beliau berikut ini,

Terjemahannya: Nabi saw bersabda, “Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam
pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan
siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha
menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Muslim).

 

Download Materi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2026 Majelis Ahad Sore Rindu Hidayah