[2] Pembaruan Iman

1. Pembaruan iman, dalam bahasa agama, disebut: tajdid iman. Istilah tersebut bersumber
langsung dari hadis Nabi Muhammad saw berikut ini,

Artinya: Dari Abdullah bin Amr, Nabi Saw bersabda, “Sungguh, iman itu benar-benar
akan lusuh di dalam rongga (tubuh) salah seorang di antara kalian, seperti lusuhnya
pakaian. Maka, kalian mohonlah kepada Allah agar Dia memperbarui iman dalam kalbu
kalian
.” (HR ath-Thabrani).
Tajdid iman itu, menurut Syekh al-Qaradhawi, adalah kebutuhan umat Islam. Karena,
iman bagi umat Islam itu merupakan
jauhar al-wujūd (inti keberadaan manusia di dunia
ini).
Huwa lanā rūh al-hayāh (iman itu jiwa kehidupan kami), wa hayāh ar-rūh (kehidupan
jiwa kami). Maka, jika kondisi iman baik, baik pula jiwa kehidupan dan kehidupan jiwa
seorang Muslim. Demikian pun sebaliknya, jika kondisi iman lusuh, akan lusuh pula jiwa
kehidupan dan kehidupan jiwanya. Itulah mengapa, tajdid iman adalah kebutuhan.


2. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam rangka men-tajdid iman. Salah satu di antaranya
adalah melakukan amal saleh. Amal saleh pun banyak sekali variannya. Di antara varian
dari amal saleh itu adalah zikir dan doa.


Di sinilah hebatnya Baginda Nabi saw. Beliau itu utusan Allah SWT yang bertindak
sebagai
sirājan munīran yaitu cahaya yang menerangi (QS al-Ahzab: 46) umat manusia.
Nabi saw mengajari kita cara tajdid iman lewat zikir dan doa. Di bawah ini adalah, satu di
antara banyak doa Nabi saw yang selalu rutin beliau baca setiap pagi dan sore. Doa
tersebut kemudian beliau ajarkan kepada para sahabat yang mulia. Tentu saja diajarkan
untuk diamalkan.


Demikian keterangan yang kita peroleh dari dua sahabat Nabi, yaitu Abdurrahman bin
Abza r.a. dan Ubai bin Ka’ab r.a. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad. Hadisnya sahih.
Lafaz doa yang Nabi baca saat sore hari:

Lafaz doa yang Nabi baca saat pagi hari:

Artinya:
“Ya Allah, kami di pagi (sore) hari ini di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhlas
(kalimat tauhid), di atas agama Nabi kami Muhammad saw, di atas ajaran ayah
kami Nabi Ibrahim yang hanif, dan dia bukan termasuk golongan orang-orang
musyrik.

 

Download Materi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2026 Majelis Ahad Sore Rindu Hidayah