1. Al-Quran adalah sumber kemuliaan dan keagungan.
![]()
Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar
dan yang batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. (QS al-Qadr
[97]: 1).
2. Al-Quran adalah penyejuk hati orang mukmin. Ia mengatasi kesusahan dan kesedihan hatinya.

[Allahumma inni ‘abduka, ibnu ‘abdika, ibnu amatika, nashiyati biyadika, madhin fiya
hukmuka, ‘adlun fiya qadha’uka. As’aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au
‘allamtahu ahadan min khalqika, au anzaltahu fi kitabika, awista’tsarta bihi fi ‘ilmil ghaibi
‘indaka. An taj’alal Qur’an rabi’a qalbi. Wa nura shadri. Wa jala’a huzni. Wa dzahaba hammi]
Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad saw bersabda, “Seseorang tidak akan
mengalami kesulitan atau kesedihan. Kemudian beliau saw bersabda :
‘Ya Allah, sesungguhnya aku ini hamba-Mu, anak hamba-Mu dan anak umat-Mu. Ubun-ubunku di
tangan-Mu, berlalu dalam keputusan-Mu, yang adil dalam ketentuan-Mu. Aku mohon kepadamu
dengan tiap-tiap nama yang menjadi milik-Mu dimana Engkau menyebut diri-Mu dengannya, atau
Engkau menurunkannya dalam kitab-Mu atau Engkau menentukannya dalam ilmu ghaib di sisiMu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penyibak kedukaannku
dan penghapus kesusahanku.’
Kecuali Allah akan menghilangkan kesusahan dan duka citanya, dan Allah akan menggantikan
pada tempatnya jalan keluar. Kemudian perawi menyampaikan bahwa dikatakan, “Wahai
Rasulullah, apakah kami boleh mempelajarinya?” Rasulullah saw bersabda, “Ya. Orang yang
telah mendengar ini harus mempelajarinya.” (HR Ahmad)

