Ahad, 7 Syawal 1446/ 6 April 2025
Silaturahmi Tingkatkan Rasa Bahagia
Oleh: Taryudi, Lc., M.Ag.
- Manusia akan merasakan hidup bahagia jika melestarikan tiga kebaikan, yaitu: pertama, ia berusaha menepati perjanjian Allah dengan sebaik-baiknya; kedua, ia senantiasa merawat silaturahmi dengan sesama manusia; ketiga, ia menjaga bumi ini dari segala macam kerusakan. Sebaliknya, manusia yang tidak melestarikan tiga kebaikan itu akan memperoleh kerugian yang besar. Nilai-nilai mulia inilah yang kita fahami dalam firman Allah SWT berikut ini,
الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Allażīna yanquḍūna ‘ahdallāhi mim ba‘di mīṡāqih(ī), wa yaqṭa‘ūna mā amarallāhu bihī ay yūṣala wa yufsidūna fil-arḍ(i), ulā’ika humul-khāsirūn(a).
Artinya: (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS al-Baqarah [2]: 27).
- Silaturahmi itu kebaikan yang utama, untuk itu Allah SWT memerintahkan kaum Mukmin menjaga dan mempererat tali silaturahminya. Agar silaturahmi sebagai kebaikan bisa terlaksana dengan baik sesuai tujuannya, maka Allah SWT di dalam Al-Quran menyajikan petunjuk dan tuntunan bersilaturahmi. Yaitu: landasilah kebaikan silaturahmi dengan dua fondasi, yakni rasa khasy-yah (takut) kepada Allah dan rasa khauf (takut) pada Hari Perhitungan kelak. Petunjuk Ilahi ini bilamana dipedomani insya Allah akan menjadikan amal silaturahmi kaum Mukmin di dunia ini sebagai amal yang akan menambah kebahagiaan hidup. Sebagaimana firman Allah SWT,
وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِ
Wal-lażīna yaṣilūna mā amarallāhu bihī ay yūṣala wa yakhsyauna rabbahum wa yakhāfūna sū’al-ḥisāb(i).
Artinya: Orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk. (QS ar-Ra’d [13]: 21). []

