Ahad, 2 Ramadan 1446/2 Maret 2025
AGAR AL-QURAN MENJADI PENYEJUK KALBU
Oleh: Taryudi, Lc., M.Ag.
- Seringlah membaca doa Nabi berikut ini:
اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ اِبْنُ عَبْدِكَ اِبْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِى بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ،عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِى وَنُورَ صَدْرِى وَجَلَاءَ حُزْنِى وَذَهَابَ هَمِّى
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai musim bunga hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dengan sanad yang sahih).
- Tadabur Al-Quran menjadi wirid harian.
Mengamalkan perintah Allah SWT berikut ini:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا
Artinya: Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci? (QS Muhammad [47]: 24).
- Meyakini kebenaran Al-Quran dengan keyakinan yang teguh.
Keyakinan akan kebenaran Al-Quran tersebut menjadi karakteristik utama seorang Mukmin yang selanjutnya mengejewantah dalam buncahan kalbu yang sejuk, damai dan khusyuk dalam ibadah dan ketaatan.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
قُلْ اٰمِنُوْا بِهٖٓ اَوْ لَا تُؤْمِنُوْاۗ اِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهٖٓ اِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ سُجَّدًا (107) وَّيَقُوْلُوْنَ سُبْحٰنَ رَبِّنَآ اِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلًا (108) وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا (109)
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur’an) atau tidak usah beriman (itu sama saja bagi Allah)! Sesungguhnya orang-orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah (dengan) bersujud.” Mereka berkata, “Maha Suci Tuhan kami. Sesungguhnya janji Tuhan kami pasti terlaksana.” Mereka menyungkurkan wajah seraya menangis dan ia (Al-Qur’an) menambah kekhusyukan mereka. (QS al-Isrā’ [17]: 107-108).

