Ahad, 24 Sya’ban 1446/23 Februari 2025
RAMADAN MOMENTUM PERUBAHAN
Oleh: Taryudi, Lc., M.Ag.
- Islam mendorong umatnya melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik sepanjang waktu terutama ketika ia sedang berada pada momentum kebaikan seperti Ramadan. Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. (QS ar-Ra’d [13]: 11).
Sayyid Qutb menafsirkan ayat ini sebagai berikut:
فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ نِعْمَةً أَوْ بَؤْسًا وَلَا يُغَيِّرُ عِزًّا أَوْ ذُلَّةً وَلَا يُغَيِّرُ مَكَانَةً أَوْ مُهَانَةً إِلَّا أَنْ يُغَيِّرَ النَّاسُ مِنْ مَشَاعِرِهِمْ وَأَعْمَالِهِمْ وَوَاقِعِ حَيَاتِهِمْ فَيُغَيِّرُ اللَّهُ مَا بِهِمْ وِفْقَ مَا صَارَتْ إِلَيْهِ نُفُوْسُهُمْ وَأَعْمُالُهُمْ
Terjemahannya: Allah tidak mengubah suatu nikmat atau kesengsaraan, tidak mengubah suatu kehormatan atau kehinaan, tidak mengubah suatu kedudukan atau kerendahan, melainkan mengubahnya melalui manusia yang mengubah perasaan, perbuatan, dan realita kehidupannya. Maka Allah mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan apa yang ada pada jiwa dan perbuatan mereka.
- Perubahan bagi seorang Mukmin di bulan Ramadan terlihat dengan meningkatnya nilai ketakwaannya kepada Ilahi. Takwa itu lalu mewujud dalam kebahagiaan yang bukan hanya ada pada dirinya melainkan ia alirkan kepada sesamanya. Bahagia dengan membahagiakan orang lain. Nabi saw bersabda:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفُعُهُمْ لِلنَّاسِ وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ سُرُوْرٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جَوْعًا وَلِأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إليَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ -يَعْنِي: مَسْجِدَ الْمَدِيْنَةِ- شَهْرًا وَمَنْ كَظُمَ غَيْظَهُ وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ مَلَأَ اللَّهُ قَلْبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رِضًا وَمَنْ مَشِىَ مَعَ أَخِيْهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى يَقْضِيَهَا لَهُ؛ ثَبَّتَ اللَّهُ قَدَمَيْهِ يَوْمَ تَزُوْلُ الْأَقْدَامُ
Artinya: Dari Abdullah bin Umar r.a. Nabi saw bersabda: “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh. Dan siapa yang menekan emosinya padahal dia sanggup untuk melampiaskannya, niscaya Allah akan penuhkan hatinya dengan keridaan pada Hari Kiamat. Siapa yang berjalan bersama saudaranya muslim menuju kebutuhannya sampai selesai, niscaya Allah akan kokohkan kakinya pada hari tergelincirnya banyak kaki (Hari Kiamat). (HR ath-Thabrani). []

