[91] Meminta Kemudahan Kepada Allah

Ahad, 12 Rajab 1446/12 Januari 2025

MEMINTA KEMUDAHAN KEPADA ALLAH
Oleh: Ustadz Taryudi, Lc., M.Ag.

  1. Nabi saw mengajarkan bacaan doa agar dimudahkan ketika menghadapi kesulitan.
    Doanya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla[n] wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla[n]

Artinya: Ya Allah, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau buat mudah. Dan, Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan) jika Engkau menghendaki pasti akan menjadi mudah. (HR Ibnu Hibban, Ibnu as-Sunni).

Imam Nawawi mencantumkan doa ini dalam kitab al-Adzkar. Doa ini diberi judul oleh beliau: Doa bagi orang yang sedang mengalami kesulitan. Mengapa seorang Muslim perlu membaca doa ini ketika ditimpa kesulitan, menurut Dr. Khalid as-Sabt, karena hanya Allah yang kuasa mengubah apa yang sulit itu menjadi mudah. Allah yang bisa mengganti kesedihan akibat kesulitan hidup menjadi kemudahan. Dengan demikian, mengamalkan doa Nabi ini akan membawa kepada peningkatan iman dan kepasrahan kepada Allah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini bagi-Nya.

  1. Nabi Musa as juga memanjatkan doa agar diberi kemudahan dalam dakwahnya.
    Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

Qāla rabbisyraadrī wa yassir lī amrī walul ‘uqdatam mil lisānī yafqahū qaulī

Artinya: Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku. (QS Thaha: 25-28).

Nabi Musa membaca doa ini ketika beliau diperintah oleh Allah menemui Raja Fir’aun. Doa ini beliau baca karena beliau tahu menasehati raja Mesir yang zalim ini bukanlah urusan yang mudah. Itu tugas berat yang akan jadi ringan jika Allah yang membuatnya ringan.

  1. Ashabul Kahfi juga membaca doa supaya diberi kemudahan dalam urusannya.
    Allah SWT berfirman:

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

… Rabbanā ātinā mil ladunka ramataw wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadā(n).

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.” (QS al-Kahfi: 10).

 

Download Materi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2026 Majelis Ahad Sore Rindu Hidayah