[84] Cukup dengan Rezeki Yang Halal

Ahad, 8 Jumadil Awal 1446/10 November 2024

CUKUP DENGAN REZEKI YANG HALAL
Oleh: Ustadz Taryudi, Lc., M.Ag.

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummakfini bi halalika ‘an haramika, waghnini bi fadhlika ‘amman siwak[a].

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal tanpa perlu kepada yang haram. Kayakanlah aku dengan karunia-Mu tanpa aku mengharapkan kepada selain-Mu.”

  1. Ini doa dari Nabi saw, doa ini sebagai ‘ilaj Rabbani (solusi spiritual) yang pertama kali sebaiknya dilakukan ketika seseorang ditimpa masalah ekonomi.

Doa ini sampai kepada kita, dilatarbelakangi oleh kisah seorang budak yang sedang mengalami kesulitan finansial (ekonomi). Ali bin Abi Thalib lalu membantu budak itu dengan mengajarinya doa Nabi di atas. Kisah lengkapnya ada dalam Hadis berikut ini:

عَنْ عَلِيٍّ، أَنَّ مُكَاتِبًا جَاءَهُ فَقَالَ: إِنِّي قَدْ عَجَزْتُ عَنْ مُكَاتَبَتِي فَأَعِنِّي، قَالَ: أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيْهِنَّ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جَبَلِ صِيْرٍ دَيْنًا أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْكَ، قَالَ: قُلْ: اللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib r.a., bahwa seorang Mukatib (budak yang membeli kemerdekaan dirinya dari tuannya dengan jalan membayar secara angsur) menemui Ali. Ia berkata, “Aku sudah tidak mampu lagi membayar angsuranku, bantulah aku.” Ali menjawab, “Apakah kamu mau aku ajarkan sebuah doa yang pernah Rasulullah ajarkan padaku. Andaikan hutangmu sebesar gunung Shir, pasti Allah melunasinya untukmu. Bacalah: Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal tanpa perlu kepada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu tanpa aku mengharapkan kepada selain-Mu.” (HR at-Tirmidzi).

  1. Doa dari Nabi ini mengajarkan tentang pentingnya prinsip halal dalam urusan rezeki.

Selain bermanfaat untuk mengatasi kesulitan ekonomi, doa Nabi tersebut sebenarnya mengajarkan sesuatu yang jauh lebih penting lagi, yaitu penguatan prinsip seorang Muslim untuk benar-benar selektif dan hati-hati dalam urusan rezeki. Pilihlah rezeki yang halal, jauhilah rezeki yang haram. Nabi saw dalam bersabda, “Wahai manusia bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, karena tidaklah suatu jiwa akan mati hingga terpenuhi rezekinya, walau lambat rezeki tersebut sampai kepadanya, maka bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram.” (HR Ibnu Majah).

  1. Doa Nabi ini juga mengajarkan tentang pentingnya prinsip bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan karunia Allah adalah sesuatu yang mulia dan besar.

Dengan prinsip ini, seorang Mukmin akan menjalani kehidupan ini dengan tenteram, damai dan bahagia. Sebab, dia tidak menggantungkan hidupnya pada makhluk, tetapi kepada Sang Khalik, Pencipta. Ketergantungan pada makhluk yang membuat hidup manusia menjadi sempit, susah dan tidak bahagia. []

Download Materi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2026 Majelis Ahad Sore Rindu Hidayah