Kajian ke-61

Memuji Allah Itu Indikasi Ridho

  • Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag
  • Ahad, 17 Zulkaidah 1445/ 26 Mei 2024
  • 2 menit baca
  • 12
Pratinjau video Memuji Allah Itu Indikasi Ridho

Materi kajian tersedia

61_Memuji-Allah-itu-Indikasi-Ridha.pdf · 178.2 KB

Unduh PDF
  1. Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi (w. 676 H) menerangkan dalam kitab al-Adzkar pembahasan tentang doa Nabi saw ketika beliau melihat apa yang menyenangkan dan apa yang tidak menyenangkan. Doa Nabi isinya pujian kepada Allah SWT. Keterangan Imam Nawawi lengkapnya adalah sebagai berikut:

روينا في كتاب ابن ماجه وابن السني بإسناد جيد عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله (صلى الله عليه وسلم) إذا رأى ما يُحِبّ قال: " اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ "، وإذا ما يكره قال: " اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ".

Artinya: Kami meriwayatkan dalam kitab Ibnu Majah dan Ibnu al-Sunni dengan sanad yang baik, dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika Beliau melihat sesuatu yang disukai, Beliau akan berkata: Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimush-shalihat (Segala puji bagi Allah, yang dengan rahmat-Nya sempurnalah amal saleh). Dan, jika Beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, Beliau akan berkata: Alhamdulillah ‘ala kulli hal (Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan).”

  1. Hamdalah (memuji Allah) merupakan wujud keridaan hamba pada ketentuan Allah.

Ada penjelasan menarik dari Khalid Utsman al-Sabt, mengutip keterangan Ibn Taimiyyah tentang hubungan antara hamdalah dan sikap ridha (rela), yaitu: “… Sikap ridha, meski itu amal hati, sempurnanya dengan mengucapkan hamdalah. Sehingga ucapan hamdalah adalah bentuk dari sikap ridha. Sebagaimana terfahami dalam hadis berikut ini: Nabi saw bersabda,

أول مَن يُدعى إلى الجنَّة الحمَّادون الذين يحمدون الله في السَّراء والضَّراء

Artinya: “Orang yang pertama kali dipanggil masuk ke surga adalah al-Hammadun, yaitu orang-orang yang memuji Allah saat senang dan saat susah.” (HR Tabrani).

  1. Dalam hadis lain, al-Hammad (orang yang selalu memuji Allah) diberi ganjaran istimewa.

من حديث أبي موسى الأشعري عن النبي ﷺ قال: إذا قُبِضَ ولدُ العبد يقول اللهُ لملائكته: أقبضتُم ولد عبدي؟ فيقولون: نعم، فيقول: أقبضتُم ثمرةَ فؤاده؟ فيقولون: نعم، فيقول: ماذا قال عبدي؟ فيقولون: حمدك واسترجع يعني: قال:"إنَّا لله وإنا إليه راجعون"، فيقول: ابنوا لعبدي بيتًا في الجنّة، وسمّوه: بيت الحمد

Artinya: Dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Bila anak seorang meninggal dunia, Allah bertanya kepada para malaikat, ‘Apakah kalian mengambil anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Betul.’ ‘Apakah kalian merenggut buah hatinya?’ tanya Allah. ‘Benar,’ jawab mereka. ‘Lalu apa tanggapan hamba-Ku?’ ‘Ia memuji-Mu dan mengembalikan urusan ini kepada-Mu,’ jawab mereka. Ia berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Kemudian Allah memerintahkan, ‘Dirikanlah sebuah istana di surga untuk hamba-Ku. Namailah rumah itu ‘Baitul Hamdi,’’,’” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban). []

Bagikan: