Ahad, 24 Rajab 1445/ 4 Februari 2024
JUNUB, HAID, NIFAS HARAM BACA AL-QURAN
Oleh: Ustadz H. Taryudi, Lc., M.Ag.
- Zikir itu tidak terbatas pada tasbih, tahlil, tahmid dan takbir.
اِعْلَمْ أَنَّ فَضِيلَةَ الذِّكْرِ غَيرُ مُنْحَصَرَةٍ فِي التَسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَحْمِيدِ وَالتَكْبِيرِ وَنَحْوِهَا، بَلْ كُلُّ عَامِلٍ لِلَّهِ تَعَالَى بِطَاعَةٍ فَهُوَ ذَاكِرٌ لِلَّهِ تَعَالَى، كَذَا قَالَهُ سَعِيدُ بن جُبَيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَغَيرُهُ مِنَ العُلُمَاءِ. وَقَالَ عَطَاءٌ رَحِمَهُ اللهُ : مَجَالِسُ الذِّكْرِ هِيَ مَجَالِسُ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ، كَيْفَ تَشْتَرِي وَتَبِيْعُ وَتُصَلّي وَتَصُومُ وَتَنْكِحُ وَتُطَلِّقُ وَتَحُجُّ، وَأَشْبَاهَ هَذَا.
“Ketahuilah, bahwa keutamaan zikir itu tidak terbatas pada tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan lain sebagainya. Melainkan seluruh amal yang dilakukan Lillāhi Ta’ala (karena Allah) didasarkan karena ketaatan, maka itu juga disebut berzikir kepada Allah. Demikian ini, pendapat Sa’id bin Jubair r.a. dan para ulama. Atha’ berkata, “Majelis-majelis zikir itu adalah majelis halal dan haram, cara Anda membeli dan menjual, ketika Anda salat, puasa, nikah, talak (cerai), haji, dan sejenisnya.”
- Antusias (semangat) untuk meraih kedudukan sebagai orang yang banyak zikir.
” قال الله تعالى: (إنَّ المُسْلِمِينَ والمُسْلِماتِ) إلى قوله تعالى: (والذاكرين الله كثيرا والذاكرات، أعد اللَّهُ لَهُمْ مغْفِرَةً وأجْراً عَظِيماً) [الأحزاب: ٣٥] .وروينا في (صحيح مسلم، عن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” سَبَقَ المُفرِّدونَ، قالُوا: ومَا المُفَرِّدونَ يا رَسُولَ الله؟ قالَ: (الذَّاكِرُونَ الله كَثِيراً وَالذَّاكرَاتُ).”
“Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya laki-laki muslim dan perempuan muslim) sampai dengan firman-Nya: (dan laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah, niscaya Allah sediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar) [QS al-Ahzab: 35] Kami meriwayatkan dalam (Sahih Muslim, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, “Mufarridun telah mendahului [mencapai derajat tinggi di sisi Allah].” Para sahabat bertanya: “Apa itu mufarridun wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah.”
- Hukum berzikir bagi orang yang sedang berhadas, junub, haid dan nifas.
أجمع العلماءُ على جواز الذكر بالقلب واللسان للمُحْدِث والجُنب والحائض والنفساء، وذلك في التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير والصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم والدعاء وغير ذلك. ولكنَّ قراءة القرآن حرامٌ على الجُنب والحائض والنفساء، سواءٌ قرأ قليلاً أو كثيراً حتى بعض آية، ويجوز لهم إجراءُ القرآن على القلب من غير لفظ، وكذلك النَّظَرُ في المصحف، وإمرارُه على القلب.
“Para ulama sepakat bahwa orang yang berhadas, junub, haid, dan nifas boleh hukumnya berzikir dengan hati dan lisan. Yaitu, zikir dengan tasbih, tahlil, tahmid, takbir, shalawat kepada Rasulullah saw, doa, dsb. Namun qira’atul Quran (membaca Al-Qur’an) diharamkan bagi orang yang junub, wanita yang sedang haid, dan nifas. Baik yang dibacanya sedikit atau pun banyak. Tetapi, bagi mereka (yang junub, haid, nifas) itu masih boleh ijra’ (mengalirkan) Al-Quran di dalam hati tanpa diucapkan. Demikian pula boleh nazhar (melihat) mushaf Al-Qur’an dan imrar (melewatinya) dengan hati. []
Referensi: Kitab al-Azkar karya Imam Nawawi.

