1. Allah SWT berfirman:
![]()
[Hasbiyallāhu lā ilāha illā huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa Rabbul ‘arsyil ‘azhīm]
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku
bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS alTaubah: 129)
2. Nabi saw menjelaskan manfaat membaca ayat di atas secara rutin

Nabi saw bersabda: “Siapa di tiap pagi dan sore hari membaca Hasbiyallāhu lā ilāha illā
huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa Rabbul ‘arsyil ‘azhīm, tujuh kali, maka Allah SWT akan
menghilangkan apa yang membuat hatinya gelisah, apakah ia membaca (zikir itu) dengan
yakin atau tidak yakin.” (HR Abu Dawud dari sahabat Nabi, Abu Darda’).
3. Penjelasan ulama dari sabda Nabi saw di atas.

“Al-Hafizh al-Mizzī menjelaskan maksud kata shadiq [jujur] dan kadzib [dusta] dalam hadis
di atas. Maksudnya adalah siapa yang membaca kalimat [zikir] tersebut secara ikhlas dan
yakin dengan apa yang ia baca atau yang membacanya dengan tidak yakin, sekadar hanya
mengucapkannya seperti biasa saja. Ia tidak begitu yakin manfaat yang akan diperoleh bagi
orang yang membacanya, sebagaimana keyakinan orang yang ikhlas dan membenarkan.
[Zikir itu] baik dibaca dengan yakin atau tidak yakin, maka Allah akan tetap menghilangkan
masalah-masalah duniawi yang membuat hatinya gelisah. Allah SWT menyelamatkan orang
yang membaca zikir itu oleh karena keberkahan yang ada di dalam kalimat zikirnya.” []

