Ahad, 14 Syawal 1446/ 13 April 2025
Memahami Tingkatan Hidayah
Oleh: Taryudi, Lc., M.Ag.
Dr. Ali al-Shalabi membagi empat tingkatan hidayah dalam Al-Quran, yaitu:
- Al-Hidayah al-‘ammah (hidayah umum). Yakni hidayah (petunjuk) yang Allah berikan kepada setiap makhluk hidup di dunia ini ke arah perbaikan hidupnya. Hidayah inilah yang dimaksud dalam firman Allah SWT berikut ini:
قَالَ رَبُّنَا الَّذِيْٓ اَعْطٰى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهٗ ثُمَّ هَدٰى
Artinya: Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah menganugerahkan kepada segala sesuatu bentuk penciptaannya (yang layak), kemudian memberinya petunjuk.” (QS Ṭāhā [20]: 50).
- Hidayah al-Irsyad (hidayah arahan). Yakni hidayah yang berupa arahan dan bimbingan secara khusus ditujukan kepada manusia yang mukallaf (memikul tugas dan kewajiban dari Allah) untuk tentang keimanan kepada Allah dan syariat-Nya. Tingkatan hidayah ini hanya sebatas pengetahuan, manusia bisa saja mengabaikannya. Hidayah seperti ini banyak tersebut dalam Al-Quran, antara lain firman Allah SWT,
وَاَمَّا ثَمُوْدُ فَهَدَيْنٰهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمٰى عَلَى الْهُدٰى فَاَخَذَتْهُمْ صٰعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُوْنِ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: Adapun (kaum) Samud, mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu. Maka, mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan karena apa yang telah mereka kerjakan. (QS Fuṣṣilat [41]: 17).
- Hidayah al-Taufiq (Hidayah taufik). Yakni, hidayah yang menjadi hak prerogatif Allah, hanya Allah dengan kemahabijaksanaan-Nya yang memberikan hidayah taufik ini. Orang yang mendapatkan hidayah taufik akan menjadi hamba Allah yang taat. Hidayah ini yang ada dalam firman Allah SWT berikut ini,
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk. (QS al-Qaṣṣas [28]: 56).
- Hidayah ilā ṭarīq al-jannah (hidayah menuju ke surga). Yakni hidayah di akhirat kelak setelah proses Hisab (Hari Perhitungan) dan jaza’ (Hari Pembalasan). Sebagaimana Firman Allah SWT:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ يَهْدِيْهِمْ رَبُّهُمْ بِاِيْمَانِهِمْۚ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, niscaya mereka diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. (Mereka berada) di dalam surga yang penuh kenikmatan yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS Yunus [10]: 9).

